Liburan Sekolah dan Rapat Pemerintah Naikkan Okupansi Hotel

(Foto: Beth Kasegaran Theresia)


Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S


Bogor24.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel bintang meningkat pada Juni 2022. Peningkatannya hingga mencapai 50,28 persen.

Angka tersebut naik 11,73 poin dibandingkan dengan kondisi Juni 2021 yakni 38,55 persen, dan bertambah 0,43 persen dibandingkan Mei 2022 yakni 49,85 persen. 

“Kalau dilihat di grafik ini TPK-nya tertinggi sejak Januari 2022. TPK Juni 2022 mencapai 50,28 persen meningkat 0,43 poin kalau dibandingkan Mei 2022,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) melalui kanal Youtube BPS Statistics, Senin (1/8/2022). 

Margo menerangkan, kenaikan okupansi hotel tersebut didorong oleh sejumlah faktor. Meliputi libur sekolah, kegiatan pemerintah seperti rapat di hotel hingga dampak dari pembangunan IKN Nusantara.

Ia menuturkan, dimulainya pembangunan IKN Nusantara mengerek okupansi hotel di Kalimantan Timur menjadi 64,60 persen atau tertinggi kedua setelah Yogyakarta. 

“Faktor yang mendorong TPK meningkat adalah liburan sekolah. Tapi, untuk Provinsi Kalimantan Timur ini memang meningkat karena ada pembangunan IKN. Sehingga beberapa hotel di sekitar IKN, TPK-nya mengalami peningkatan,” jelas Margo.

Selain libur sekolah dan pembangunan IKN Nusantara, aktivitas pemerintah seperti rapat di hotel juga berkontribusi pada peningkatan okupansi hotel. Khususnya terjadi di Provinsi Lampung.

“Sedangkan di Lampung, adanya efek dari penyelenggaraan pertemuan Apeksi yaitu Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia yang dilakukan pada Mei 2022 dan event surfing di Juni 2022,” jelasnya.